Eksperimentasi Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik dengan Model Pembelajaran Discovery Learning pada Pokok Bahasan Bangun Ruang Sisi Datar Ditinjau dari Tingkat Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa

Authors

  • Farid Gunadi Universitas Wiralodra

Keywords:

Hasil belajar matematika, pendidikan matematika realistik, discovery learning, kemampuan beroikir kritis matematis siswa

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang menggunakan pendekatan pendidikan matematika realistik dengan model pembelajaran discovery learning dan siswa yang menggunakan pendekatan pendidikan matematika  realistik  tanpa  model  pembelajaran  discovery  learning;  (2)  untuk  mengetahui  ada tidaknya perbedaan hasil belajar matematika berdasarkan tingkat kemampuan berpikir kritis matematis   siswa;   (3)   untuk  mengetahui   ada tidaknya   perbedaan   hasil  belajar   matematika berdasarkan  interaksi antara  penerapan  model pembelajaran  dengan tingkat kemampuan berpikir kritis  matematis  siswa.  Metode  penelitian  yang digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  metode penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh intrumen kemampuan berpikir kritis  matematis  dan  hasil  belajar  siswa  kelas  VIII   MTs  Negeri  Kandanghaur   tahun  ajaran

2015/2016. Sampel dalam  penelitian  ini diambil  dengan teknik  cluster random samplingyaitu diperoleh  kelas Vlll·C sebagai kelas eksperimen  I   dan Vlll·G sebagai kelas eksperimen  II. Data yang diperoleh dari hasil penelitian, diolah dan dianalisis uji hipotesisnya menggunakan ANAVA dua  jalan, kemudian  dilakukan  uji  lanjut  menggunakan   uji  scheffe.   Hasil  analisis  data  yang dilakukan, diperoleh kesimpulan dari uji hipotesis sebagai berikut: (1) Fo= 0,058; Fk, (0,025;1 ;63)=

0,001; dan Fk2(0,075;2;63)= 5,273. Karena Fk1 :S Fo  :S Fk2 maka Ho diterima, artinya tidak terdapat perbedaan  hasil  belajar  matematika  antara  siswa  yang menggunakan  pendekatan  pendidikan matematika realistik dengan model pembelajaran discovery learning dan siswa yang menggunakan pendekatan pendidikan matematika realistik tanpa model pembelajaran discovery learning; (2) Fo=

8,566;  Fk,(0,025;1;63)= 0,0253; dan Fk2(0,075;2;63)= 3,914. Karena  Fo > Fk, maka  Ho ditolak, artinya terdapat  perbedaan  hasil  belajar  matematika  siswa  antara  siswa  yang memiliki  tingkat kemampuan  berpikir kritis matematis tinggi, sedang dan rendah;  (3) Fo= 0,081; Fk1= 0,0253; dan

Fk2= 3,914. Karena Fk,:s Fo s Fk2 maka  Ho diterima, artinya tidak terdapat perbedaan interaksi yang

signifikan  antara  penerapan  model  pembelajaran  terhadap tingkat  kemampuan  berpikir  kritis

matematis  siswa.  Saran yang dapat  penulis sampaikan  setelah  melakukan penelitian  ini  adalah

seyogyanya  para guru dapat  mengembangkan  lagi pendekatan  dan  model pembelajaran  lainnya yang lebih inovatif dengan memperhatikan karakteristik siswa.

Downloads

Published

2016-09-01